← Kembali ke Beranda

Terakhir diperbarui: 14 Mei 2026

Jawaban singkat

Apa itu reduplikasi dalam bahasa Indonesia? (kata ulang)

Bahasa Indonesia mengenal reduplikasi (kata ulang), yaitu pengulangan kata — seperti orang-orang (jamak dari orang), berjalan-jalan (berjalan santai), atau kuda-kuda (makna berbeda dari "kuda" = kuda). Reduplikasi memiliki tiga jenis utama: perulangan utuh (orang → orang-orang), perulangan sebagian (lelaki dari laki), dan perulangan berubah bunyi (sayur-mayur, di mana kata kedua berubah). Reduplikasi berfungsi untuk membentuk jamak, mengintensifkan, menyatakan keragaman, atau menciptakan makna baru.

Dengarkan, lalu ucapkan sendiri

Latih kata-kata ini dengan audio dan latihan yang mengoreksi jawabanmu, di pelajaran IndoLingua. 10 pelajaran pertama gratis, tanpa kartu kredit.

Reduplikasi adalah salah satu ciri paling khas dalam tata bahasa Indonesia. Berbeda dengan bahasa-bahasa Eropa yang membentuk jamak dengan menambahkan akhiran (-s, -es, -i), bahasa Indonesia sering kali mengulang seluruh kata. Namun reduplikasi tidak hanya untuk jamak — ini adalah alat serbaguna untuk mengubah makna.

3 jenis reduplikasi dalam bahasa Indonesia

1. Perulangan utuh (reduplikasi penuh)

Mengulang seluruh kata, dihubungkan dengan tanda hubung dalam penulisan:

  • orang (seseorang) → orang-orang (banyak orang)
  • buku (buku) → buku-buku (banyak buku)
  • rumah (rumah) → rumah-rumah (banyak rumah)
  • anak (anak) → anak-anak (banyak anak)
  • kuda (kuda) → kuda-kuda (penyangga, kuda-kuda silat — makna berbeda!)

2. Perulangan sebagian (reduplikasi parsial)

Hanya suku kata pertama yang diulang, sering kali dengan perubahan vokal. Jenis ini kurang umum dalam bahasa Indonesia modern:

  • laki (laki-laki) → lelaki (pria — perhatikan pengulangan parsialnya)
  • tetangga (tetangga) — perulangan sebagian secara historis
  • tetamu (tamu, arkais) — asal yang sama

Perulangan sebagian sebagian besar sudah beku dalam kata-kata lama — tidak produktif dalam bahasa Indonesia modern.

3. Perulangan berubah bunyi (reduplikasi modifikasi)

Kata diulang tetapi dengan perubahan bunyi pada salinan kedua:

  • sayur (sayuran) → sayur-mayur (berbagai macam sayuran)
  • warna (warna) → warna-warni (berwarna-warni, bermacam warna)
  • bolak-balik (bolak-balik, dari "balik" = kembali)
  • compang-camping (compang-camping, lusuh)
  • kacau-balau (kacau sekali)

Jenis ini sering mengungkapkan keragaman, keacakan, atau ketidakteraturan.

Fungsi reduplikasi

A. Penanda jamak

  • orang (seseorang) → orang-orang (banyak orang)
  • negara (negara) → negara-negara (banyak negara)

Catatan: reduplikasi jamak hanya digunakan ketika jumlahnya tidak jelas. Jika ada angka ("tiga orang"), jangan diulang: ❌ "tiga orang-orang", ✅ "tiga orang".

B. Intensifikasi atau pengulangan kata kerja

  • berjalan (berjalan) → berjalan-jalan (berjalan-jalan santai)
  • berbicara (berbicara) → berbicara-bicara (mengobrol panjang lebar)
  • mencari (mencari) → mencari-cari (mencari dengan panik)

C. Keragaman / "bermacam-macam"

  • buah → buah-buahan (berbagai macam buah)
  • sayur → sayur-mayur (berbagai sayuran)
  • warna → warna-warni (beraneka warna)

D. Makna baru (leksikalisasi)

  • mata (mata) → mata-mata (mata-mata/agen rahasia)
  • kuda (kuda) → kuda-kuda (penyangga, kuda-kuda silat)
  • main (bermain) → main-main (bermain-main, tidak serius)
  • hati (hati) → hati-hati (hati-hati, awas!)

Bentuk reduplikasi ini memiliki makna yang tidak terkait dengan sekadar "jamak" dari kata dasarnya.

E. Tindakan resiprokal

  • memukul (memukul) → pukul-memukul (saling memukul)
  • tolong (tolong) → tolong-menolong (saling menolong)

F. Aspek berkelanjutan atau kebiasaan

  • baca → baca-baca (membaca santai / melihat-lihat bacaan)
  • makan → makan-makan (makan bersama santai, ngemil)

Reduplikasi umum dan maknanya

Bahasa IndonesiaPelafalanArti
orang-orangOH-rahng OH-rahngorang banyak (jamak)Dari orang = seseorang
anak-anakAH-nahk AH-nahkanak-anak (jamak)Dari anak = anak
rumah-rumahROO-mah ROO-mahbanyak rumahJamak — hanya digunakan ketika jumlahnya tidak jelas
buah-buahanBOO-ah BOO-ah-ahnberbagai macam buahPerhatikan akhiran -an pada kata kedua
sayur-mayurSAH-yoor MAH-yoorbermacam-macam sayuranPerulangan berubah bunyi (s→m)
warna-warniWAR-nah WAR-neeberwarna-warniPerulangan berubah bunyi (a→i)
jalan-jalanJAH-lahn JAH-lahnberjalan-jalan, berwisataDari jalan = jalan/berjalan — "berjalan santai"
main-mainMAH-een MAH-eenbermain-main, tidak seriusDari main = bermain
hati-hatiHAH-tee HAH-teehati-hati! awas!Dari hati = hati
mata-mataMAH-tah MAH-tahmata-mata, agen rahasiaDari mata = mata
bolak-balikBOH-lak BAH-likbolak-balikPerulangan berubah bunyi
cepat-cepatcheh-PAHT cheh-PAHTdengan cepat, buru-buruIntensifikasi dari cepat = cepat
pelan-pelanpeh-LAHN peh-LAHNpelan-pelan, santai sajaIntensifikasi dari pelan = pelan
kira-kiraKEE-rah KEE-rahkira-kira, kurang lebihDari kira = memperkirakan
tiba-tibaTEE-bah TEE-bahtiba-tiba, mendadakIdiomatis — kata dasar "tiba" = sampai
tolong-menolongTOH-lohng meh-noh-LOHNGsaling menolongReduplikasi resiprokal

Reduplikasi dalam kalimat nyata

Orang-orang di Jakarta sangat sibuk.

Orang-orang di Jakarta sangat sibuk.

Reduplikasi jamak.

Saya suka jalan-jalan di pagi hari.

Saya suka jalan-jalan di pagi hari.

jalan-jalan = berjalan santai, bukan sekadar "berjalan".

Hati-hati di jalan!

Hati-hati di jalan!

Idiom — "hati-hati" = awas.

Jangan main-main, ini serius.

Jangan main-main, ini serius.

main-main = bermain-main / tidak serius.

Pasar tradisional menjual sayur-mayur segar.

Pasar tradisional menjual bermacam-macam sayuran segar.

Perulangan berubah bunyi untuk keragaman.

Tiba-tiba dia menangis.

Tiba-tiba dia menangis.

Idiom dari "tiba" — sudah sepenuhnya leksikalisasi.

Lampu warna-warni menghiasi jalan.

Lampu warna-warni menghiasi jalan.

Perulangan berubah bunyi: warna → warna-warni.

Tolong-menolong itu wajib di antara tetangga.

Tolong-menolong itu wajib di antara tetangga.

Reduplikasi resiprokal.

Kira-kira jam berapa kamu sampai?

Kira-kira jam berapa kamu sampai?

kira-kira = kurang lebih.

Anak-anak sedang belajar di sekolah.

Anak-anak sedang belajar di sekolah.

Reduplikasi jamak.

Aturan dan jebakan dalam reduplikasi

Meskipun reduplikasi ada di mana-mana dalam bahasa Indonesia, pelajar sering salah menggunakannya. Memahami kapan tidak boleh mengulang sama pentingnya dengan mengetahui kapan harus mengulang.

Aturan yang perlu diingat

  • Jangan mengulang jika ada angka: "tiga orang-orang" itu salah. Gunakan "tiga orang" (tiga orang). Angka itu sendiri sudah menunjukkan jamak.
  • Jangan mengulang setelah "para" atau "banyak": "para mahasiswa" (para mahasiswa), "banyak orang" (banyak orang) — tidak perlu reduplikasi, kata-kata ini sudah menandai jamak.
  • Gunakan tanda hubung dalam penulisan: orang-orang, bukan orangorang atau orang orang.
  • Ucapkan kedua salinan secara lengkap: jangan mempersingkat kata kedua saat berbicara.
  • Bentuk reduplikasi bisa menerima awalan/akhiran: ber-jalan-jalan, buah-buahan, ke-anak-anakan (kekanak-kanakan).

Kesalahan umum pelajar asing

  • Selalu mengulang untuk menandai jamak: "Saya membeli buku-buku" terdengar berat/terlalu formal dalam percakapan. Sering kali "Saya beli buku" (Saya beli buku) sudah cukup — konteks kata kerja menunjukkan jamak secara implisit.
  • Salah menggunakan reduplikasi yang sudah leksikalisasi: "mata-mata" bukan berarti "dua mata" — artinya "agen rahasia". "Saya punya mata-mata" = "Saya punya agen rahasia", bukan "Saya punya mata". (Untuk "dua mata" gunakan "dua mata".)
  • Mengulang dengan angka: ❌ "lima ekor kucing-kucing" — salah. ✅ "lima ekor kucing".
  • Menganggap jalan-jalan sebagai jamak dari "jalan": "jalan-jalan" biasanya berarti "berjalan santai/berwisata", bukan "banyak jalan". Konteks yang menentukan.
  • Lupa -an di buah-buahan: "bermacam-macam buah" memerlukan akhiran tersebut — "buah-buah" saja jarang digunakan.

Reduplikasi dalam percakapan cepat/informal

Dalam percakapan santai, orang Indonesia sering menulis reduplikasi menggunakan angka "2": orang² untuk orang-orang, jalan² untuk jalan-jalan. Ini hanya untuk informal (SMS, media sosial, catatan santai) — jangan pernah menggunakannya dalam tulisan formal.

Perbandingan dengan bahasa Inggris

Bahasa Inggris juga memiliki reduplikasi, tetapi jarang dan informal: "bye-bye", "night-night", "so-so", "no-no". Bahasa Indonesia menggunakannya secara produktif di semua kelas kata — menjadikannya ciri khas bahasa ini. Menguasai reduplikasi adalah langkah penting dari pemula ke menengah: ini menandakan kamu memahami bahasa secara struktural, bukan sekadar kata per kata.

Frekuensi dalam bahasa Indonesia sehari-hari

Dalam percakapan bahasa Indonesia 10 menit yang biasa, kamu akan mendengar:

  • 5-10 reduplikasi yang sudah leksikalisasi: hati-hati, kira-kira, tiba-tiba, jalan-jalan
  • 2-3 reduplikasi jamak: orang-orang, anak-anak
  • 1-2 reduplikasi keragaman: buah-buahan, sayur-mayur, warna-warni

Pelajari yang sudah leksikalisasi terlebih dahulu — itu adalah kosakata tetap yang bisa langsung kamu gunakan. Reduplikasi gramatikal (jamak, modifikasi kata kerja) akan datang secara alami dengan latihan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah reduplikasi satu-satunya cara membentuk jamak dalam bahasa Indonesia?+

Tidak — bahasa Indonesia jarang menandai jamak secara eksplisit. Konteks biasanya sudah menyampaikan maknanya. "Saya punya buku" bisa berarti "Saya punya satu buku" atau "Saya punya banyak buku" tergantung konteks. Reduplikasi ("buku-buku") menegaskan jamak, tetapi kamu juga bisa menggunakan kata bilangan ("banyak buku" = banyak buku), kata sandang "para" (para guru = para guru), atau cukup membiarkan konteks yang menentukan.

Mengapa jalan-jalan berarti "berjalan santai" bukan "banyak jalan"?+

"Jalan" memiliki dua makna — "jalan" (kata benda) dan "berjalan" (kata kerja). Ketika diulang menjadi "jalan-jalan", ia menjadi ekspresi leksikalisasi yang berarti "berjalan santai, berwisata, jalan-jalan untuk bersenang-senang". Ini adalah reduplikasi intensifikasi kata kerja: melakukan tindakan berulang-ulang atau dengan santai. Konteks yang menentukan bahwa ini bermakna kata kerja, bukan kata benda jamak.

Bagaimana cara menulis reduplikasi?+

Dalam bahasa Indonesia formal, selalu menggunakan tanda hubung: orang-orang, jalan-jalan, anak-anak. Teks lama (sebelum ejaan yang disempurnakan 1972) kadang menggunakan angka "2": "orang²", tetapi sekarang ini hanya untuk tulisan tangan informal, SMS, dan media sosial. Jangan pernah menggunakannya dalam esai, surat bisnis, atau berita.

Bisakah saya mengulang kata apa saja?+

Kebanyakan kata dasar bisa diulang, tetapi maknanya mungkin sudah leksikalisasi (idiomatis) dan tidak bisa diprediksi begitu saja. "Tidur" → "tidur-tidur" berarti tidur-tiduran / berbaring santai, bukan "tidur berkali-kali". Gunakan dulu reduplikasi yang sudah umum dikenal (orang-orang, jalan-jalan, hati-hati, main-main, anak-anak, sayur-mayur, buah-buahan) sebelum membuat sendiri.

Apa perbedaan antara buah-buah dan buah-buahan?+

"Buah-buah" (hanya kata benda yang diulang) jarang digunakan. Bentuk yang natural adalah "buah-buahan" dengan akhiran -an, yang berarti "bermacam-macam buah / berbagai buah". Akhiran -an menambahkan makna "keragaman / kategori umum". Pola yang sama: sayur-sayuran (berbagai sayuran), kayu-kayuan (bermacam-macam kayu).

Haruskah saya menggunakan reduplikasi dalam tulisan formal?+

Ya — tulisan formal menggunakan reduplikasi secara bebas dan eksplisit, dengan tanda hubung yang benar. Dalam percakapan santai kamu bisa tidak mengulang jika konteks sudah jelas menunjukkan jamak, tetapi dalam surat bisnis, artikel berita, dokumen pemerintah, dan tulisan akademis, gunakan bentuk reduplikasi lengkap. Singkatan "2" hanya untuk informal.

🎁 Bonus gratis

Leksikon 1000 kata + 50 frasa perjalanan (PDF) + audio

Kuasai reduplikasi bahasa Indonesia dengan IndoLingua

Pelajari kapan harus mengulang kata untuk jamak, intensifikasi, atau makna baru — lewat dialog dan latihan di dalam pelajaran. Paket gratis: 10 pelajaran. Uji coba penuh 3 hari: perlu kartu, tidak ada tagihan selama uji coba.

Mulai belajar gratis

Kamu mungkin juga suka

Sumber gratis untuk belajar Bahasa Indonesia

Panduan lengkap, perbandingan dan tips praktis

Panduan pemula — Mulai dari mana

Alfabet, pengucapan, tata bahasa dasar, 100 kata pertama, peta jalan 30 hari menuju A1

Baca panduan

Belajar Bahasa Indonesia — Panduan lengkap

Level A1-C2, metode, durasi, perbandingan aplikasi

Baca panduan

Frasa penting untuk pelancong

50+ frasa praktis untuk Bali, Jakarta, pasar

Baca panduan

Bahasa Indonesia vs Melayu

Saling mengerti 80%, kosakata, tata bahasa

Baca panduan

Aplikasi terbaik untuk belajar Bahasa Indonesia

Perbandingan 2026: IndoLingua vs Duolingo, Babbel

Baca panduan

Berapa lama belajar Bahasa Indonesia?

Linimasa FSI: 900 jam dari A1 ke C2

Baca panduan

Alfabet dan pelafalan Bahasa Indonesia

26 huruf, IPA, 5 jebakan pelafalan

Baca panduan

Dasar tata bahasa Indonesia

Tanpa konjugasi, gender, nada

Baca panduan

Kesalahan umum Bahasa Indonesia

10 jebakan teratas untuk pemula

Baca panduan

Bahasa apa yang digunakan di Bali?

Indonesia, Bali, dan Inggris — panduan pelancong

Baca panduan

Angka Bahasa Indonesia

Hitung 1 sampai 1.000.000, harga, tanggal

Baca panduan

Kalkulator rupiah

Rupiah ke 14 mata uang, kurs harian

Baca panduan

Belajar Bahasa Indonesia dalam 30 hari

Peta jalan A1 mingguan, 20-30 menit/hari

Baca panduan

Mengapa belajar Bahasa Indonesia?

6 alasan: ekonomi, wisata, kemudahan, budaya, CV

Baca panduan

Ucapan salam Bahasa Indonesia

30+ cara menyapa, berterima kasih, pamit

Baca panduan

Kosakata makanan Bahasa Indonesia

60+ kata: hidangan, bahan, restoran, pedas, alergi

Baca panduan

Bahasa Indonesia formal atau informal — kapan beralih

Anda atau kamu, saya atau aku: mana yang dipakai ke atasan, penjual, teman

Baca panduan

Bahasa Bali atau Bahasa Indonesia — mana untuk Bali

Di Bali semua orang berbahasa Indonesia; bahasa Bali bahasa lain, untuk lingkungan setempat

Baca panduan

Bahasa Indonesia, Mandarin atau Jepang — mana termudah

Tanpa nada, tanpa aksara rumit, tanpa konjugasi: kenapa bahasa Indonesia cepat dimulai

Baca panduan

Babbel bahasa Indonesia — berhenti di A2

Babbel sendiri menyatakannya: bahasa Indonesianya sampai A2. Kelebihannya dan langkah berikutnya

Baca panduan

Pimsleur bahasa Indonesia — hanya satu level

30 pelajaran audio, sekitar 15 jam, tanpa Level 2. Untuk siapa

Baca panduan

italki atau Preply untuk bahasa Indonesia

Harga median per 30/09: $12 di italki, $15 di Preply. Kapan tutor sepadan

Baca panduan

Apakah Rosetta Stone punya bahasa Indonesia?

Tidak: tidak termasuk 25 bahasanya saat ini. Mengapa masih tercantum, dan apa penggantinya

Baca panduan

Duolingo bahasa Indonesia — sampai mana

Kursusnya berhenti sekitar A2, tanpa Stories dan podcast, hanya ragam formal

Baca panduan

Memesan makanan di warung

Kalimat untuk memesan, kosakata menu, dan cara minta tidak terlalu pedas

Baca panduan

Grab dan Gojek — cara pakainya

Memesan perjalanan atau makanan, dan kalimat untuk driver

Baca panduan

Pura di Bali — pakaian dan aturan

Sarung, selendang, bahu tertutup: pakaian yang diminta dan aturan masuk

Baca panduan

Apa aplikasi bercerita terbaik yang mendukung Bahasa Indonesia?

Beelinguapp dan LingQ punya bahasa Indonesia; Duolingo Stories tidak. Apa yang sebenarnya diberikan masing-masing, dan apa yang dibaca setelah ceritanya habis.

Baca panduan

Penipuan turis di Bali — kalimat untuk menghindarinya

Money changer, kerusakan skuter, argo taksi: situasi umum dan apa yang perlu dikatakan

Baca panduan

Cara menawar di Indonesia dan Bali

Kalimat di pasar, berapa yang ditawar, kapan pergi — dan di mana tidak perlu menawar

Baca panduan

Menyewa skuter di Bali

Harga, SIM yang diperlukan, helm dan polisi, isi bensin: yang perlu diketahui dan dikatakan

Baca panduan

Sumber belajar gratis — dan batasnya

Daftar yang jujur: apa yang dicakup tiap sumber gratis, dan di level mana ia berhenti

Baca panduan

IndoLingua · indolingua.fr · Belajar bahasa Indonesia dari A1 sampai C2