Kembali ke beranda

Terakhir diperbarui: 17 April 2026

Perbandingan Bahasa

Bahasa Indonesia vs Melayu: Apa Bedanya?

Jawaban Singkat

Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu memiliki ~80% saling memahami — keduanya adalah bahasa serumpun, bukan dialek. Perbedaan utamanya terletak pada kosakata (terutama kata serapan), pengucapan, dan aturan ejaan. Jika kamu ingin jangkauan terluas dan sumber belajar yang lebih banyak, mulailah dengan Bahasa Indonesia (270 juta penutur). Bahasa Melayu memiliki ~33 juta penutur asli tetapi mencakup Malaysia, Singapura, dan Brunei.

🇮🇩

Bahasa Indonesia

270 juta penutur
Indonesia (resmi), Timor-Leste
🔤 Bahasa Indonesia
📅 Dibakukan tahun 1945
📚 Banyak kata serapan dari Belanda
🇲🇾

Bahasa Melayu

33 juta penutur
Malaysia, Singapura, Brunei
🔤 Bahasa Melayu
📅 Dibakukan tahun 1957 (Malaysia)
📚 Banyak kata serapan dari Inggris + Arab

Sejarah yang Sama

Kedua bahasa ini berasal dari Bahasa Melayu Klasik, lingua franca perdagangan maritim Asia Tenggara selama lebih dari seribu tahun. Pemisahannya terjadi pada abad ke-20:

  • 1928 — Para nasionalis Indonesia mengadopsi bahasa Melayu sebagai dasar "Bahasa Indonesia" dalam Sumpah Pemuda.
  • 1945 — Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi negara baru dengan 270+ juta penduduk.
  • 1957 — Malaya memperoleh kemerdekaan. Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi Malaysia.
  • 1972 — Reformasi ejaan bersama menyeragamkan kedua bahasa pada ortografi Latin yang sama (sebelumnya masing-masing menggunakan aturan ejaan berbeda).
  • Saat ini — Masing-masing berkembang secara berbeda: Bahasa Indonesia menyerap pengaruh Belanda, Jawa, dan daerah; Bahasa Melayu lebih banyak menyerap pengaruh Inggris dan Arab.

Perbedaan Kosakata Utama

Perbedaan paling terlihat adalah kosakata. Berikut kata-kata umum yang berbeda antara kedua bahasa:

Inggris🇮🇩 Indonesia🇲🇾 MelayuCatatan
CarMobilKeretaBahasa Indonesia meminjam dari Belanda "mobiel"; Melayu menggunakan kata asli "kereta"
OfficeKantorPejabatBahasa Indonesia dari Belanda "kantoor"; Melayu menggunakan istilah asal Sanskerta
MoneyUangWangAkar kata sama, aturan ejaan berbeda
To speakBicara / BerbicaraBercakapAkar kata yang sama sekali berbeda
You (informal)KamuAwak / EngkauKata ganti berbeda secara signifikan dalam tingkat kesopanan
MondaySeninIsninKeduanya dari bahasa Arab tetapi diadaptasi secara berbeda

Perbedaan Pengucapan

Meskipun keduanya menggunakan alfabet Latin yang sama dan fonologi serupa, pengucapannya bervariasi:

Vokal "e" — Dalam Bahasa Indonesia sering diucapkan sebagai schwa (ə); dalam Bahasa Melayu sering sebagai "é" (e).
Huruf "a" di akhir kata — Bahasa Indonesia mempertahankan bunyi /a/ yang jelas; Bahasa Melayu Malaysia sering membulatkannya menjadi /ə/ atau /ɔ/.
Tempo — Penutur Melayu cenderung berbicara lebih cepat dengan akhiran yang lebih singkat; penutur Indonesia berbicara lebih merata.

Mana yang Harus Kamu Pelajari?

🇮🇩 Pilih Bahasa Indonesia jika…

  • ✓ Kamu ingin jangkauan terluas (270 juta vs 33 juta penutur)
  • ✓ Kamu tertarik dengan Bali, Java, Sumatra, atau bisnis di Indonesia
  • ✓ Kamu ingin lebih banyak sumber belajar (buku, aplikasi, konten)
  • ✓ Kamu lebih suka pengucapan yang lebih sederhana dan fonetis
  • ✓ Kamu berencana menggunakannya untuk perjalanan di Asia Tenggara (dipahami juga di Malaysia)

🇲🇾 Pilih Bahasa Melayu jika…

  • ✓ Kamu secara khusus tinggal atau bekerja di Malaysia, Singapura, atau Brunei
  • ✓ Kamu bekerja untuk perusahaan Malaysia
  • ✓ Kamu memiliki hubungan keluarga di negara-negara tersebut
  • ✓ Kamu ingin menikmati media budaya Melayu dan literatur Islam

💡 Tips pro

Belajar Bahasa Indonesia terlebih dahulu membuat Bahasa Melayu ~80% bisa dipahami secara otomatis. Sebaliknya juga berlaku, tetapi Bahasa Indonesia memiliki jauh lebih banyak sumber gratis, konten YouTube, dan media. Mulailah dengan Bahasa Indonesia dan kuasai Bahasa Melayu dalam hitungan minggu jika diperlukan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu itu sama?+

Tidak, tetapi keduanya berkerabat erat. Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu memiliki sekitar 80% saling memahami — penutur salah satu bahasa umumnya bisa memahami bahasa yang lain dengan sedikit usaha. Keduanya berkembang dari akar yang sama (Bahasa Melayu Klasik) tetapi mulai berbeda selama dua abad terakhir, dengan Bahasa Indonesia menyerap pengaruh Belanda dan Jawa sementara Bahasa Melayu mempertahankan lebih banyak kata serapan Arab dan Inggris.

Bisakah penutur Bahasa Indonesia memahami Bahasa Melayu?+

Ya, sebagian besar bisa. Penutur Bahasa Indonesia dapat memahami sekitar 80% Bahasa Melayu standar dalam percakapan sehari-hari. Sisanya 20% terdiri dari kosakata yang berbeda (terutama untuk konsep modern), pengucapan yang sedikit berbeda, dan sumber kata serapan yang berbeda. Bahasa Melayu formal atau media seringkali lebih berbeda daripada Bahasa Melayu percakapan.

Haruskah saya belajar Bahasa Indonesia atau Bahasa Melayu?+

Pelajari Bahasa Indonesia jika kamu berencana bepergian atau bekerja di Indonesia (270 juta penutur, negara terpadat ke-4 di dunia), berbisnis di Indonesia, atau menikmati media Indonesia. Pelajari Bahasa Melayu jika kamu secara khusus menargetkan Malaysia, Singapura, atau Brunei (total 33 juta penutur). Karena keduanya memiliki 80% saling memahami, mempelajari salah satunya membuka pintu ke kedua kawasan.

Berapa banyak orang yang berbicara Bahasa Indonesia vs Bahasa Melayu?+

Bahasa Indonesia memiliki sekitar 270 juta penutur (bahasa resmi Indonesia), sementara Bahasa Melayu memiliki sekitar 33 juta penutur asli (Malaysia: 19 juta, Brunei: 0,4 juta, Singapura: 1,4 juta, plus diaspora). Bahasa Indonesia memiliki sekitar 8x lebih banyak penutur. Secara keseluruhan, komunitas penutur Indonesia-Melayu melebihi 300 juta orang.

Apakah Bahasa Indonesia lebih mudah daripada Bahasa Melayu?+

Tingkat kesulitannya sebanding — keduanya termasuk bahasa Kategori II FSI (~900 jam untuk kemahiran profesional). Bahasa Indonesia memiliki sedikit lebih banyak sumber belajar (aplikasi, buku teks, media), yang membuat belajar mandiri lebih mudah dalam praktiknya. Bahasa Melayu memiliki sedikit lebih banyak standarisasi dalam konteks formal.

Jelajahi Lebih Lanjut

Mulai Belajar Bahasa Indonesia Hari Ini

IndoLingua adalah platform khusus untuk Bahasa Indonesia. 180 pelajaran A1-C2, audio penutur asli, paket Discovery gratis.

Mulai Gratis